Gali Informasi Pembangunan Mall, Petarung Audiensi ke Pemkab Sleman

Press Release Audiensi Petarung – Bappeda Kabupaten Sleman, DIY

Petarung telah mengadakan audiensi dengan pihak Bappeda Kabupaten Sleman, Provinsi DIY pada hari Rabu, 11 Desember 2013 lalu. Audiensi tersebut dilangsungkan di Ruang Rapat B Kantor Bappeda Sleman. Selain untuk memperkenalkan komunitas Petarung kepada Bappeda Sleman, audiensi tersebut juga dilakukan terkait dengan isu pembangunan lima pusat perbelanjaan atau mall  di Kota Yogyakarta dan sekitarnya.

Pihak Bappeda Sleman yang diwakili oleh Bapak Dona dan Ibu Nana menyambut baik keberadaan komunitas yang memiliki perhatian kepada tata ruang seperti Petarung, dan memberi respon positif terhadap project yang sedang dikerjakan oleh Petarung saat ini. Pihak Bappeda Sleman juga menyatakan kesediaan untuk bekerja sama di masa yang akan datang sebagai jawaban atas keinginan Petarung untuk menjembatani antara masyarakat dan pemerintah.

Terkait masalah pembangunan lima pusat perbelanjaan di Kota Yogyakarta dan sekitarnya, pihak Bappeda Sleman menyatakan bahwa mereka merasa ‘kecolongan’ dengan adanya izin pembangunan mall yang serentak diajukan oleh beberapa investor. Bappeda Sleman merasa kecolongan karena saat ini belum ada aturan yang membatasi pemberian izin pembangunan mall, sehingga izin sah saja dikeluarkan selama diajukan sesuai dengan prosedur. Perda yang ada saat ini baru mengenai pasar modern, sementara belum ada perda yang spesifik membahas tentang mall.

RTBL Malioboro Bahas Rencana Pedestrianisasi

Oleh : Raisya Nur Nasich

Yogyakarta, 20 november 2013.

Telah diadakan workshop RTBL Kawasan Malioboro, yang dihadiri oleh berbagai pihak yang berkepentingan dan terlibat dalam proses penyusunan RTBL Kawasan Malioboro. Komunitas Pemuda Tata Ruang juga turut diundang dalam workshop tersebut. Workshop tersebut membahas mengenai tiga aspek penting dalam RTBL Kawasan Malioboro, yakni: a)sirkulasi dan tranportasi; b) tata bangunan dan kualitas lingkungan;c) sosial, ekonomi dan budaya. Pada pembahasan mengenai sirkulasi dan transpotasi yang dipaparkan oleh Ir. Agus Tri Cahyono, MT, bahwa dalam rencana jangka panjang Jalan Malioboro akan dijadikan jalur pedestrian yang tidak dapat dilalui kendaraan bermotor, yang didukung dengan penyediaan kantong parkir di luar Kawasan Malioboro. Hal ini memunculkan berbagai pendapat pro dan kontra.

Menurut Ir. Didik Kristiadi, MLA.,MAUD. selaku akademisi dari Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM, permasalahan di Malioboro seharusnya diselesaikan dengan tepat dan bukan memindahkan masalah tersebut ke tempat lain. Menjadikan Jalan Malioboro sebagai jalurpedestrian dan menyediakan kantong parkir di tempat lain dirasa kurang tepat, karena dapat menimbulkan permasalahan baru di tempat lain. Beliau menyarankan Jalan Malioboro dikembangkan menjadi complete street. Jalan Malioboro memilikki potensi untuk dijadikan complete street. Hal ini dikarenakan adanya nilai - nilai kebenaran (logika), kebaikan (etika), dan keindahan (estetika) di Jalan Malioboro. Selain itu, tata bangunan dan lingkungan yang ada di Kawasan Malioboro dapat dilakukan dengan memperbaiki line/facade pada bangunan sepanjang Jalan Malioboro, menertibkan papan reklame yang ada didepan toko, dan mengganti pagar – pagar pembatas dengan pohon yang sudah ditentukan oleh pemerintah Kota Jogja.

Petarung Hadiri Dialog Perencanaan Bappenas Soal Perwujudan Kota Ideal

Oleh : Anisa Fainaka

Yogyakarta, Rabu 13 November 2013.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/ Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (BAPPENAS) mengadakan acara Dialog Perencanaan Pembangunan dan mengundang PETARUNG (Pemuda Tata Ruang) menjadi salah satu kontributor dalam diskusi. Dialog yang bertemakan “Mewujudkan Tata Kota yang Ideal Melalui Pembangunan Perkotaan yang Terencana” ini, bertujuan untuk menghimpun masukan dari berbagai stakeholder demi peningkatan kualitas produk perencanaan pembangunan.

 

Gambar 1 : Narasumber dalam Dialog Perencanaan Pembangunan

Keynote speech yang disampaikan oleh Menteri PPN, Dr. Armida Salsiah Alisjahbana, S.E., M.A., kurang lebih membicarakan lima isu penting yang menjadi tantangan perencanaan perkotaan di Indonesia. Isu tersebut, meliputi trend penduduk perkotaan yang kian meningkat, kesenjangan antar kota maupun desa-kota, infrastruktur yang masih belum memadai, mekanisme pembangunan, serta pembiayaan. Berbagai isu tersebut menjadi urgensi penyusunan Kebijakan dan Strategi Pembangunan Perkotaan Nasional (KSPPN).  

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net