What We Don’t Talk About, When We Talk About Bandung: Diskusi Publik “Bandung Under its Grand Illusion”

4 Juli 2015, tepatnya pada pukul 14.00 diadakan sebuah diskusi publik bertemakan ‘Bandung Lautan Gimmickyang bertempat di Gedung Indonesia Menggugat, Bandung Jawa Barat. Perwakilan Komunitas Pemuda Tata Ruang berkesempatan untuk menghadiri diskusi ini, yang juga merupakan salah satu rangkaian acara dari first project Bandung City Watch yang diinisiasi oleh komunitas Rakapare. Dengan judul ‘Bandung Under its Grand Illusion’, diskusi ini dihadiri oleh tiga pembicara. Pertama ialah Rizky Wiryawan sebagai founder dari Komunitas Aleut. Pembicara kedua ialah Dian Tri Irawaty sebagai program manager dari lembaga Rujak Center for Urban Studies. Dan terakhir ialah Pedro Apricio, Kandidat ahli dalam studi perkotaan, landscape, dan lingkungan di Harvard University Graduate School of Design yang juga sebagai warga asli Kota Bogota.

Komunitas Petarung Sukses Selenggarakan Sharing Session Petarung

Komunitas Pemuda Tata Ruang pada tanggal 26 -27 Juni 2015 kemarin telah menggelar acara bagi anggota baru komunitas ini yaitu Sharing Session Petarung.  Sharing Session ini merupakan momen untuk menjalin persaudaraan sesama antara anggota baru Petarung maupun pengurus lama Petarung. Sharing Session diselenggarakan di Youth Centre Jalan Kebon Agung, Triharjo, Kec. Sleman. Dengan semangat kebersamaan Komunitas Petarung ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa memiliki terhadap komunitas ini dan saling mengakrabkan antar masing-masing anggota.

Pengumuman Open Recruitment Pemuda Tata Ruang 2015

Greater Things Are Still To Be Done In This City
- Chris Tomlin

Selamat kepada para Sobat Kota yang telah mengikuti seluruh rangakaian acara Open Recruitment Pemuda Tata Ruang 2015, kami ucapkan Selamat Datang dan Selamat Bergabung di PETARUNG!

 

Tetap semangat dan terus berkontribusi untuk kota, SALAM KOTA!

 

Komunitas Petarung Kota Hadiri Workshop dan Closing Engagement CDS di Semarang

Komunitas Pemuda Tata Ruang berkesempatan menghadiri undangan workshop dari Ditjen Ciptakarya PU bekerja sama dengan City Alliance, UN Habitat dan Pusat Pelayanan Perencanaan Pembangunan Partisipatif (P5) Universitas Diponegoro pada Jumat (27/2) lalu. Workshop ini merupakan rangkaian acara Closing Engagement program City Development Strategy (CDS) oleh UN Habitat bekerja sama dengan tiga kota yang menjadi pilot project program CDS tersebut. Kota-kota yang menjadi pilot project dalam program CDS adalah kota Banjarmasin, Pekalongan dan Surakarta. Berlokasi di Teknik Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro Semarang, workshop ini mengundang beberapa kalangan baik dari praktisi tata ruang, pemerintah, hingga komunitas, salah satunya Komunitas Pemuda Tata Ruang. Acara ini juga turut dihadiri oleh peserta Master Class dari KU Leuven yang telah melakukan studi lapangan dan perencanaan di Kota Banjarmasin sejak pertengahan Februari 2015.

Acara dimulai dengan sambutan dari Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Ciptakarya KemenPUPERA, Bapak Hadi Sucahyono, MPP, Phd sekaligus membuka rangkaian acara workshop CDS ini. Acara selanjutnya merupakan presentasi dari ketiga kota pilot project. Dengan temanya masing-masing (Solo Kota Kita, Pekalongan Kota Mina Batik, dan Banjarmasin Kota Seribu Sungai), masing-masing perwakilan menjelaskan secara singkat mengenai perkembangan kota setelah menerapkan CDS dan hambatan serta tantangan yang harus dihadapi untuk mencapai CDS yang optimal. Acara berlanjut ke sesi panel pembelajaran CDS dan review singkat dari UN Habitat yang diwakilkan oleh Bruno Dercon (Human Settlements Officer UN Habitat regional Asia Pasifik) dan Bruno De Meulder dari KU Leuven, Belgia.  Panel pembelajaran ini merupakan refleksi dari penerapan CDS di Indonesia khususnya di tiga kota yang menjadi pilot project pengembangan CDS di Indonesia. Pada sesi ini kedua pembicara mengutarakan pesan dan ide terkait pengembangan CDS sebagai arahan perencanaan strategis di Indonesia. Acara yang berlangsung selama kurang lebih 1.5 jam ini berakhir pukul 4 sore. Setelah menikmati suguhan Coffee Break, peserta workshop pun kembali memasuki ruangan untuk mendengarkan sekilas tinjau balik dan kesimpulan dari sesi-sesi sebelumnya.

Malamnya, seluruh peserta workshop dan peserta Master Class dari KU Leuven University diundang untuk menghadiri dinner di salah satu restoran di kawasan Jatingaleh. Acara ini merupakan farewell dinner untuk peserta Master Class dari KU Leuven yang telah melakukan studi kota Banjarmasin selama dua minggu.

 

Keesokan harinya (28/2), workshop dimulai pukul 09.00 di tempat yang sama. Acara yang diagendakan dari panitia adalah presentasi dari mahasiswa KU Leuven terkait hasil studi dan rekomendasi perencanaan CDS di Banjarmasin. Sebanyak 20 mahasiswa dan 16 partisipan lokal yang terbagi menjadi empat aspek studi yaitu Air, Infrastruktur, Kegiatan Perkotaan, dan Ekonomi. Selama 10 menit, mahasiswa dari KU Leuven memaparkan hasil dan rekomendasi yang didapat setelah melakukan survei lapangan di Banjarmasin. Peserta workshop pun cukup antusias mendengar paparan dari peserta Master Class meskipun disajikan dalam Bahasa Inggris. Presentasi sendiri berakhir pukul 11.00 dan dilanjutkan oleh penutupan oleh Bruno Dercon yang mengakhiri kegiatan workshop. Sesi foto pun tidak dilewatkan oleh peserta workshop untuk mengabadikan kegiatan yang telah berlangsung selama dua hari.

 

Foto-Foto Kegiatan:

Presentasi dari Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Ciptakarya Kemenpupera

Presentasi dari Direktur Pengembangan Permukiman Ditjen Cipta Karya, Kemenpupera

Narasumber dari kota-kota pilot project dan perwakilan dari UN Habitat serta KU Leuven

Ketua Petarung bersama dengan Bapak Bruno Dercon dari UN Habitat

Perwakilan Petarung bersama peserta Master Class dari KU Leuven

Diskusi peserta Master Class KU Leuven dan partisipan lokal

Presentasi dari peserta Master Class dan partisipan lokal

Foto bersama peserta Workshop CDS

 

 

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net