Menata Ruang, Menata Masa Depan

Oleh: Rendy Adriyan Diningrat

Tiap tahun, pasca revolusi industri, perkembangan penduduk dunia terus mengalami peningkatan. Dalam catatan PBB dipaparkan bahwa pada tahun 2011 sekitar 6,8 milyar manusia telah menempati daratan bumi dengan kecenderungan bertambah 100 juta jiwa tiap tahunnnya. China dengan luas daratan 9,6 juta km2 menampung lebih dari 1,5 miliar manusia dan menjadi juara bertahan sejak beberapa dekade terakhir disusul oleh India (1,3 miliar jiwa), Amerika Serikat (313 juta jiwa), Indonesia (242 juta jiwa), dan Brazilia (196 juta jiwa).


Gambar 1. Distribusi Penduduk Dunia

 Source: United Nation, diakses 2010 dengan olahan

Meningkatnya populasi penduduk dunia berarti searah dengan meningkatnya kebutuhan hidup manusia baik secara kuantitas maupun kualitas. Dalam studi ekonomi, kebutuhan manusia diartikan sebagai “demand” (permintaan) yang akan dipenuhi oleh faktor “supply” (penyedia) berupa sumber daya alam maupun buatan. Kebutuhan-kebutuhan ini dapat direfleksikan melalui tiga kerangka besar, yakni 1) kebutuhan dasar, 2) kebutuhan ruang, serta 3) kebutuhan pergerakan.

Jane Jacobs

 

Jane Jacobs

Jane Jacobs adalah seorang jurnalis dan urban activist. Jacobs  lahir di Scranton, Pennsylvania tahun 1916. Pegalaman bekerjanya cukup banyak antara lain  pernah bekerja di Architectural Forum tahun 1952 sebagai Associate Editor. Pada tahun 1962 sempat menjadi direktur pada Joint Committee untuk memberhentikan Manhattan Expressway. Kemudian Jacobs pindah ke Toronto pada tahun 1968 dan bekerja pada sebuah urban activist sampai akhir hayatnya.

Karya Jacobs yang terkenal adalah The Death and Life American Cities pada tahun 1961. Buku tersebut menjadi the best urban planning Book all of time oleh Planetizen.  The Death and Life American Cities telah menjadi inspirasi bagi para planner di Amerika dan mempengaruhi perkembangan kota-kota di sana. Uniknya, Jacobs sama sekali tidak pernah mengikuti training mengenai planning secara khusus. Dalam buku tersebut, Jacobs  banyak memberikan kritik terhadap konsep garden city (Ebenezer Howard), radiant city (Le Corbusier)  dan city beautiful movement (Robert Moses). Jacobs juga berusaha mengkritik kebijakan-kebijakan perencanaan kota abad 20 di Amerika.

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net