Menjahit Semarang Atas dengan Jalan Lingkar Selatan

 Sumber gambar: kompasmuda.com

Timpang.

Itu satu kesan yang saya dapat selama ini mengikuti informasi mengenai pembangunan Semarang. Bagi yang belum begitu mengenal Semarang, ibukota Jawa Tengah ini oleh warganya kerap “dibagi” menjadi Semarang bawah dan Semarang atas. Semarang bawah mencakup daerah dataran rendah yang dekat dengan pantai, serta menjadi pusat perekonomian dan pemerintahan kota Semarang. Kebanyakan obyek wisata kota yang terkenal juga berlokasi di Semarang bawah. Misalnya saja Tugu Muda, Lawang Sewu, Sam Poo Kong, Gereja Blenduk, atau Masjid Agung Jawa Tengah. Sedangkan  Semarang atas adalah daerah kota Semarang berada di kaki Gunung Ungaran dengan kontur berbukit-bukit.

Stakeholders Discussion “Urban Culture Inclusive city”

(17/5) Komunitas Pemuda Tata Ruang menghadiri sebuah forum diskusi yang diadakan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dengan tema “Inclusive City”. Tidak hanya di Yogyakarta beberapa forum diskusi juga dilaksanakan di kota-kota besar di Indonesia seperti di Semarang dengan tema Resilient City, dan juga di Bali.  Agenda ini diharapkan akan menjadi draft bahan untuk menuju HABITAT III. Forum yang dilaksanakan di Hotel Jambuluwuk ini merupakan rangkaian acara persiapan menuju PrepCorm (Preparatory Committew Meeting) 3 di Surabaya Juli 2016, yang nantinya akan didiskusikan di Surabaya dan kemudian dibawa ke Forum UN HABITAT (United Nation Human Settlements Programme) III di Quito Ekuador, Oktober mendatang.

Screening Film dan Diskusi "Apa Kabar Malioboro?"

Jalan yang dipenuhi romantisme,

yang menyimpan banyak cerita,

yang menjadi jalan perantara,

dimana seorang bayi dengan segala kekurangan dan kelebihannya

melewati masa remaja dengan berbagai tantangan,

kemudian mencari jati diri demi menuju puncak tertinggi.

Apa Kabar Malioboro..

 

Sumber gambar: Dokumentasi Petarung 2016

16 April 2016,

Pagi hari di pertengahan Bulan April ini, Komunitas Pemuda Tata Ruang bersama dengan HMT PWK UGM Pramukya Arcapa mengadakan screening film dan diskusi Apa Kabar Malioboro, Dulu, Kini, dan Nanti. Diawali cuplikan video selama 16 menit yang mengajak peserta menelusuri Jalan Malioboro, jalan sepanjang 2 KM dengan berbagai dinamika kegiatan masyarakat didalamnya. Pandangan dari masyarakat yang berkegiatan disana hingga cuplikan wawancara dari ahli perkotaan membuka pemikiran dan wawasan tersendiri mengenai Jalan Malioboro serta fenomena pembangunannya saat ini.  

Petarung Hadiri Forum SKPD Sarana-Prasarana DIY

 

Suasana Forum SKPD Sarpras DIY (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jumat (23/3), Komunitas Pemuda Tata Ruang berkesempatan menghadiri Forum SKPD Sarana Prasarana Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) ini merupakan forum pemaparan Rencana Kerja Pembangunan Daerah tahun 2017. Forum ini merupakan tahapan ke-3 dari 8 tahap Musrenbang DIY tahun 2017. Selain Petarung, BKPRD juga mengundang pegawai pemerintah dan komunitas seperti Bike 2 Work Jogja, Forum Komunitas Winongo Asri, Forsidas Gajah Wong, dan lain-lain. Pihak-pihak yang diundang sebagai narasumber Dinas PU-ESDM, Dinas Perhubungan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Biro Administrasi Pembangunan Daerah.

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net