5 Cara Mencintai Kota


sumber: thinkstockphoto.com

Oleh: Diva Teguh

Kota merupakan ruang tempat kita beraktivitas, hidup dan berkehidupan di dalamnya. Secara tidak sadar kita melupakan bahwa kota merupakan suatu lingkungan fisik yang juga butuh perhatian. Kita hanya fokus pada aktivitas yang mencari keuntungan pribadi tanpa mempedulikannya. Layaknya makhluk hidup kota akan mengalami suatu tingkat kejenuhan tertentu dan dapat menyerang balik kita sebagai penghuninya. Dan layaknya makhluk hidup pula, kota butuh dicintai agar kelangsungannya dapat terjaga dan dapat memberikan manfaat bagi kita semua.

Kota Butuh Hujan


sumber: image.google.com

Oleh: Angger Kwarazmi Khamaisya

Hujan sebagai salah satu fenomena alam yang sering kita ketahui di Indonesia ternyata merupakan kebutuhan primer untuk sebuah ruang kota. Meski tak jarang di beberapa kota dunia meresahkan akan hadirnya hujan karena melihat hujan sebagai indikator pemicu munculnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor. Tapi, mari kita lihat lebih dalam lagi. Degradasi  lingkungan khususnya lahan terbuka hijau di perkotaan sebagai penyerap air, pengalih fungsian guna lahan yang telah di tetapkan sebagai kawasan lindung, dan lain sebagainya. Apakah itu sepenuhnya akibat hujan?

Padahal, kita seharusnya lebih menyadari bahwa hujan memberikan banyak manfaat untuk kehidupan kota maupun sekitarnya. Jika ditinjau dari segi ekologis, hujan selalu menjadi pemasok air bersih terbesar dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena pada faktanya masih sedikit yang bisa kita lakukan untuk dapat mengambil, menyaring, dan mengkonsumsi air dari air laut. Hal ini penting karena 90% tubuh  kita terbentuk dari air.

Yogyakarta: Romantika Sebuah Kota

Oleh: Satria Taru Winursita

“Pembangunan saat ini cenderung hanya mementingkan aspek ekonomi, tanpa memperhatikan faktor sosial dan budaya. Bahkan, aspek alam pun seringkali diabaikan,” -Yoyok Wahyu Subroto, Dosen Jurusan Teknik Arsitektur dan Perencanaan UGM

Memang ada benarnya juga apa yang disampaikan oleh Bapak Dosen tersebut. Rasa-rasanya, kini kota dibangun atas dasar economically driven, dimana semuanya ditentukan oleh faktor-faktor yang berkaitan dengan ekonomi. Padahal, banyak aspek yang bisa digali selain ekonomi dalam membangun sebuah kota yang ideal. Karena kota adalah sebuah “organisme” abiotik yang hidup. Kenapa disebut organisme? Karena kota, sejatinya selalu tumbuh dan berkembang, baik berkembang kearah lebih baik yang ditandai dengan pembangunan infrastruktur yang pesat maupun sebaliknya, mengalami kemunduran dan ditinggalkan para penghuninya. Hubungan antara sebuah kota dengan aktivitas para penghuninya juga menimbulkan berbagai dinamika sosial yang menarik untuk dikaji lebih lanjut. Karena sejatinya kota adalah ruang dimana manusia melakukan aktivitas (Geddes, 1923).

Efek Domino Keterbatasan Lahan Parkir di Yogyakarta

 

sumber:statik.tempo.co

Oleh: Yustikarani Julianti Pambudi

Kota Yogyakarta terkenal sebagai kota pariwisata dan kota budaya. Budayanya yang sangat khas dan keindahan alam menarik hati setiap orang untuk mengunjungiya. Keramaina yang ada di Yogyakarta inilah yang membuat iklim bisnis di Yogyakarta sangat meningkat pesat. Meningkatnya iklim bisnis di Yogyakarta berbanding lurus dengan ketersedian lapangan parkir bagi para pengujung. Bukan hanya wisatawan yang mempengaruhi kepadatan lahan parkir di Yogyakarta, bertambahnya jumlah penduduk dan meningkatnya kepemilikan kendaraan di kota Yogyakarta turut andil dalam masalah ini. Pengaruh dari kepemilikan kendaraan ini adalah setiap pergerakan kendaraan diawali dan dakhiri di tempar parikir, makan apabila kepemilikan kendaraan terus meningkat seperti apa yang terjadi di kota Yogyakarta maka lahan parkir akan menjadi masalah yang sangat besar.

Pertanyaan sederhana yang akan muncul adalah “Mengapa lahan parkir menjadi suatu masalah besar?”. Berkurangnya lahan parkir akan memunculkan suatu efek domino baik masalah-masalah lain. Sederhananya kekurangan lahan parkir akan membuat masyarakat atau pengunjung untuk parkir dimana saja yang terpenting mereka bisa meinggalkan kendaraan dengan baik. Satu kendaraan parkir akan memancing kendaraan lain untuk parkir ditempat yang sama. Melihat adanya parkir dadakan ini dibaca oleh para pembisnis “ilegall” untuk menjadikan tempat tersebut menjadi lahan parkir dan menetapkan tarif berbeda dengan Peraturan pemerintah yang ada. Masalah ini menjamur pada setiap sudut kota Yogyakarta, dimana ada pusat perbelanjaan, pariwisata, atau keramaian pasti disana ada parkir-parkir liar yang memenuhi ruas kiri dan kanan jalan.

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net