Toleransi Antar Pengguna Jalan

Jalur Sepeda (Sumber: sepedakustom.com)

Oleh Vidia Elika

Tidak peduli siang atau malam hari, kota-kota kita kini dipenuhi dengan kaleng-kaleng bermesin dengan merek tertentu yang konon katanya disebut mobil, yang beroda empat dan sepeda motor, yang beroda dua. Makhluk-makhluk tersebut merayap setiap harinya memenuhi ruas-ruas jalan di kota. Namun, penghuni jalan-jalan kota tak hanya mereka, masih banyak lagi. Mulai dari sepeda, becak, andong, dan spesies lainnya yang memliki ciri khas yang sama dan berkebutuhan khusus yaitu digerakkan tanpa mesin, dengan bantuan kekuatan manusia atau hewan. Sayangnya, makhluk ini menjadi kaum minoritas di kota saat ini. Padahal mereka tidak membutuhkan bahan bakar fosil dan sangat ramah lingkungan.

Level-Up Tata Reklame

Level-Up Tata Reklame

Oleh : Anugerahaning Salsabila

Pernahkah Anda melintasi suatu jalan yang di sisi kiri-kanannya penuh dengan papan reklame yang dipasang serampangan? Apa yang Anda rasakan? Gusar? Kesal? Mobilitas yang semakin tinggi, jumlah kendaraan yang melejit tiap tahunnya, jalan semrawut, macet di mana-mana, masih ditambah pula dengan papan-papan reklame yang pemasangannya mengganggu pemandangan visual kota tentu merupakan pemancing rasa pening yang ingin hinggap di kepala.  Namun, pernahkah terpikirkan oleh Anda solusi untuk mengatasi masalah ini?

Penyediaan Tempat Parkir atau Mengendalikan Laju Kendaraan Pribadi?

 

sumber: http://dishub.tanjungpinangkota.go.id

Oleh: Deni Ari Darmawan

Perkembangan kota berbanding lurus dengan perkembangan aktifitas yang ada di dalamnya. Salah satu yang menonjol dengan perkembangan kota adalah tumbuhnya sektor jasa karena fungsi kota sebagai pusat pelayanan. Sehingga dapat dirasakan sendiri sekarang bahwa kota-kota yang ada hampir memiliki masalah tentang transportasi. Tingginya masyarakat yang melakukan aktifitas di perkotaan menyebabkan hal tersebut dapat terjadi. Hampir setiap jam-jam sibuk jalan-jalan yang ada diperkotaan penuh bahkan “macet” oleh kendaraan pribadi. Keadaan tersebut menjadi kegalauan kita bersama jangan sampai suatu saat kita melihat kendaraan tidak bergerak sama sekali. Kemacetan yang ada selama ini tidak hanya disebabkan banyaknya kendaraan saja tetapi manajemen parkir yang buruk juga salah satu penyebabnya. Selama ini lahan parkir yang ada tidak dapat menampung jumlah kendaraan pribadi sehingga akibatnya muncul “parkir liar” yang justru menyebabkan kemacetan dikarenakan memakai jalan umum.

“Andi gak mau disamain kayak anjing..”


sumber: http://cumakatakata.files.wordpress.com/2012/10/dilarang-buang-sampah-disini.jpg

Oleh: Zeindha Hamidi

“Ayah, memangnya ada anjing yang bisa membuang sampah ya?”, tanya Andi tiba-tiba ke ayahnya. Sang ayah, yang sedang membaca koran, tidak terlalu menganggap serius pertanyaan Andi, dia menjawabnya sambil sedikit bercanda “Ada, bukannya kamu pernah lihat film Underdog? Di film itu kan anjingnya hebat, bisa terbang dan juga bicara. Pasti dia juga bisa membuang sampah sendiri”.

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net