Oleh: Wahyu Kusuma Astuti

UU No. 13 Tahun 2012 tentang Keistimewaan Daerah Istimewa Yogyakarta menyebutkan lima ranah yang dapat diatur secara otonom oleh Daerah Istimewa. Kelima hal akan diatur dalam lima peraturan daerah, yang disebut Perdais (Perda Istimewa), yang meliputi pengisian jabatan kepala daerah dan wakil kepala daerah, kelembagaan, kebudayaan, pertanahan, dan penataan ruang.

Dengan dijadikannya tata ruang sebagai salah satu poin keistimewaan, penataan ruang DIY berpeluang untuk diperkuat sesuai dengan karakter lokal. Tujuan penataan ruang ini adalah untuk mengembalikan, memperbaiki, menguatkan dan mengembangkan nilai dan fungsi ruang keistimewaan DIY. Penataan ruang ini kemudian didasarkan pada delapan asas sebagai berikut:

  1. Hamemayu hayuning bawana; yakni penataan ruang yang berkelanjutan, selaras, seimbang, serta tidak eksploitatif;
  2.  Spiritual-transenden atau sangkan paraning dumadi; yakni memuat unsur-unsur yang memiliki nilai dan fungsi serta yang secara kodrati diberikan oleh Tuhan;
  3. Manunggaling kawula lan Gusti; yakni humanis dan demokratis;
  4. Tahta untuk rakyat; yakni nilai kebersamaan dan harmonisasi antarfungsi;
  5.  Harmonisasi lingkungan (poros imajiner Laut Selatan-Kraton-Gunung Merapi);
  6. Ketaatan historis (sumbu filosofis Tugu-Kraton-Panggung Krapyak);
  7.  Catur gatra tunggal, yakni filosofi inti kota yang menyatukan unsur Kraton, Masjid, Alun-Alun, dan Pasar;
  8.  Pathok negara, yakni delinasi spasial.

Obyek penataan ruang DIY adalah Tanah Kasultanan, Tanah Kadipaten, serta kawasan yang dipengaruhi oleh penataan ruang pada kedua tanah tersebut. Luasan obyek penataan ruang ini mencapai 3% luasan tanah DIY. Penyusunan rancangan Perdais Tata Ruang ini juga mengacu pada UU No. 26 tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Dengan demikian, penyusunan rencana tata ruang (RTR) akan mengikuti berjenjang sesuai seperti tercantum dalam undang-undang tersebut.

Tanah Sultan Ground (SG) dan Pakualam Ground (PAG) akan diatur sebagai kawasan strategis dalam RTRW DIY kemudian ‘diturunkan’ dalam RTBL dan RDTR tentang Kawasan Strategis Tanah Kasultanan dan Kawasan Strategis Tanah Kadipaten. Di antara kawasan-kawasan yang akan ditetapkan sebagai kawasan strategis adalah kawasan Kraton, Tamansari, dan tanah-tanah magersari. Dalam ranah implementasi, perda keistimewaan tata ruang DIY akan menujukkan kerangka umum kebijakan tata ruang pada tanah SG dan PAG, arahan pengelolaan dan pemanfaatan tanah SG dan PAG, serta sinergitas penataan ruang dengan tanah non SG dan non PAG.

Penulis adalah Pengurus Unit Litbang Petarung

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net