Salah satu sudut Singapura di daerah Ang Mo Kio. Asri ya?
(sumber gambar: straitstimes.com)

Setiap orang pasti setuju kalau pohon adalah benda atau objek yang dapat meningkatkan citra suatu kota. Suasana rindang, hijau nan asri terhampar di pelupuk mata manakala suatu kota dipenuhi dengan pohon. Pohon sendiri juga merupakan salah satu komponen utama dalam pembentukan ruang terbuka hijau. Dari pernyataan di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat pohon sangatlah banyak dan tentu kita sebagai masyarakat sepakat kalau pohon harus menjadi objek penting di dalam kota, kan?

Namun, belakangan muncul kasus-kasus dimana keberadaan pohon justru menimbulkan petaka bagi masyarakat di sekitarnya. Berita-berita pohon tumbang sebagai contoh pun selalu membumbui laman surat kabar ketika musim penghujan tiba. Korbannya pun bukan hanya barang atau aset, namun juga jiwa manusia. Berkaca dari hal tersebut masyarakat pun serba dilematis. Keberadaan pohon di satu sisi menguntungkan namun di sisi lain dapat menjadi petaka yang mengancam tanpa tahu kapan bahaya pohon tumbang datang. Oleh karena itu perawatan pohon menjadi hal yang utama dalam menjaga keberadaan pohon di dalam kota.

Berbicara mengenai teknik merawat pohon, negara Singapura dapat dikatakan menjadi salah satu negara yang terdepan. Negara di Semenanjung Malaka ini memang sangat perhatian sekali dalam menata kota termasuk komponen-komponen di dalamnya. Pohon pun tidak luput menjadi perhatian Pemerintah Singapura. Tidak heran mengapa Singapura mendapatkan predikat “Well Above Average” dalam Asian Green City Index yang dirilis oleh Siemens pada 2011 silam.

 

Logonya NParks. Logonya keren uga ya!
(sumber gambar: nparks.gov.sg) 

Pemerintah Singapura sendiri memiliki badan yang berwenang untuk mengurus pohon-pohon yang tumbuh di Singapura, yaitu National Parks Board atau lebih sering disebut NParks. National Park Boards adalah statutory board dari pemerintah Singapura yang berada di bawah Ministry of National Development (Kementerian Pembangunan Nasional). Sebagai informasi, statutory board adalah badan yang diberikan wewenang untuk mengatur fungsi operasional yang telah ditetapkan oleh parlemen. Nah kembali ke topik awal, tugas utama dari NParks ini adalah mewujudkan “penghijauan” di Singapura yang nantinya terwujudkan dalam visi Singapura yang ingin mewujudkan konsep “City in a Garden”. Jadi, apa saja sebenarnya yang dilakukan oleh NParks untuk merawat pohon-pohon yang ada di Singapura?

Tree Maintenance di Singapura

Perawatan pohon-pohon di Singapura sendiri sudah menjadi salah satu program dari NParks. Program ini telah diterapkan di Singapura sejak 1975 melalui The Parks and Trees Act. Secara singkat, manajemen pohon di Singapura dapat diklasifikasikan ke dalam tiga kategori yaitu Tree Maintenance, Tree Protection, dan Planning and Tree Planting.

Untuk urusan Tree Maintenance sendiri, NParks tidak main-main melakukan perawatan pohon. NParks sadar bahwa pepohonan rimbun selain memiliki manfaat menjadi paru-paru kota namun juga menciptakan peluang terjadinya bahaya, seperti pohon tumbang. Dari prinsip sederhana ini, jumlah kejadian pohon tumbang di Singapura pun turun hingga 50% di tahun 2004.

Sebagaimana sudah diungkapkan di atas, kegiatan Tree Management oleh NParks terdiri dari banyak kategori dengan beragam kegiatan. Adapun kegiatan yang dilakukan salah satunya adalah inspeksi pohon secara berkala. NParks bertugas untuk memastikan agar pohon-pohon ini berada dalam kondisi yang stabil dan sehat. Kegiatan inspeksi ini dikhususkan pada jalan utama dan area yang memiliki aktivitas masyarakat yang tinggi. Adapun jangka waktu minimal inspeksi adalah sekali dalam setahun. Hasil dari inspeksi ini nantinya akan dikompilasikan dalam satu database untuk referensi selanjutnya. Untuk mendukung kegiatan inspeksi ini, NParks sendiri memiliki dua pendekatan, yaitu pelatihan Arborist dan pemanfaatan teknologi.

 

Perawatan pohon oleh Arborist. Mas-masnya sampe nyempil di pohon.
(sumber gambar: Penta Landscape Singapore)

Arborist memang menjadi garda terdepan dalam perawatan pohon di Singapura. Untuk mendukung kompetensi Arborist ini, pemerintah Singapura tidak tanggung-tanggung untuk memberikan pelatihan dan sertifikasi bagi Arborist di Singapura. Nah, institusi yang berwenang memberikan pelatihan adalah Centre of Urban Greenery and Ecology (CUGE). CUGE ini dibentuk pada 2007 sebagai langkah untuk membentuk one-stop training center bagi seluruh petugas yang bekerja pada sektor landscape, termasuk Arborist. Kualitas Arborist-Arborist Singapura sendiri juga dapat diacungi jempol lho. Sebagai standard, CUGE pun juga menerapkan standar Arborist yang setara dengan di Eropa, Australia, Selandia Baru, dan Kanada.

 

Mas-mas Arborist lagi ngecek pohon pakai Tomograph
(sumber gambar: NParks)

Selain Arborist, NParks juga memanfaatkan teknologi untuk merawat pohon-pohon yang ada di Singapura. Pemanfaatan teknologi ini digunakan untuk mengetahui gejala-gejala internal di dalam pohon yang tidak bisa diamati secara kasat mata. NParks menggunakan dua instrumen yaitu Tomograph dan Resistograph. Tomograph merupakan instrumen yang memanfaatkan kecepatan rambat suara di dalam kayu sehingga Cavities (lubang di batang pohon yang dapat membesar) dan Decay (benda yang dapat menyebabkan pelapukan pada batang kayu) dapat terdeteksi. Instrumen kedua adalah Resistograph. Resistograph mendeteksi kepadatan di dalam kayu sehingga dapat diketahui apakah batang pohon memiliki kepadatan yang tinggi, sedang atau rendah.

Replacement of Storm-Vulnerable Trees

Langkah NParks untuk merawat pohon tidak hanya terbatas pada perawatan fisik pohon, namun juga mencegah terjadinya bahaya dari keberadaan pohon-pohon terhadap aktivitas masyarakat. NParks juga bertugas untuk melakukan penggantian pada pohon-pohon yang dianggap rentan terhadap hujan dan angin kencang. Program ini telah dijalankan sejak 2003 dan NParks telah berhasil mengidentifikasi spesies-spesies pohon yang dianggap rentan terhadap hujan dan angin kencang. Selain itu NParks juga telah memetakan pola cuaca yang memiliki kemungkinan untuk terjadi badai dan hujan.

Pada pohon-pohon yang dianggap sudah rentan terhadap badai, NParks pun juga melakukan penggantian untuk mencegah bahaya. Untuk mengatasi kemungkinan terjadinya area yang “bolong” akibat penggantian pohon lama ke pohon baru, NParks menyiasatinya dengan menanam terlebih dahulu pohon baru untuk selanjutnya pohon yang sudah rentan digantikan dengan yang baru. Rata-rata jumlah pohon baru yang ditanam ketimbang yang digantikan pun lebih banyak yang baru, tujuannya agar tercipta biodiversity.

***

Penjelasan tadi merupakan cara dan program-program yang dilakukan oleh pemerintah Singapura untuk merawat pohon-pohon yang menjadi paru-paru Singapura. Di Indonesia sendiri perawatan pohon dilaksanakan di bawah wewenang Badan Lingkungan Hidup pada tiap-tiap provinsi dan kota. Namun, merawat pohon bukanlah urusan pemerintah semata, masyarakat sebagai pihak yang beraktivitas di dalam ruang kota juga perlu memperhatikan pohon-pohon yang ada di sekitarnya. Apabila kondisi pohon dianggap sudah rentan terhadap badai seperti sudah terlalu rimbun atau menghalangi kabel listrik dan telepon, masyarakat dapat membantu berpartisipasi dalam merawat pohon dengan memangkas ranting-ranting pohon atau menebang pohon namun digantikan dengan pohon baru. Semoga kota-kota Indonesia ke depannya akan semakin rimbun dan asri dengan pohon-pohon yang menjulang.

 

Boedoet

Penulis merupakan anggota Komunitas Pemuda Tata Ruang dan Pesepeda

 

 

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net