17 Tujuan SDGs (sumber gambar: wikipedia.org)

Sustainable Development Goals (SDGs) yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan dalam pembangunan merupakan pemikiran lanjutan dari Millenium Development Goals (MDGs) yang berakhir pada tahun 2015. SDGs sendiri memiliki 17 tujuan dan 169 target yang harus dicapai pada tahun 2030. Target-target yang ingin dicapai dari SDGs ini jauh lebih detil dan menjangkau multi-sektor dibandingkan dengan MDGs. Secara global, SDGs sendiri memiliki tiga tujuan prioritas yaitu kesejahteraan masyarakat, keadilan sosial, dan kelestarian lingkungan.

Penerapan SDGs sendiri tidak lepas dari peran masyarakat untuk mewujudkannya. Kenapa begitu?SDGs sendiri merupakan tujuan pembangunan ambisius perkotaan dunia dengan strategi yang sederhana, yaitu dengan memberdayakan dan mengoptimalkan peran masyarakat dalam mencapai tujuan-tujuan pembangunan berkelanjutan.

Dalam wawancara dengan Jeffrey Sachs melalui CNN Indonesia, dikatakan bahwa suara masyarakat sangat mempengaruhi ke arah mana pemerintah akan merumuskan kebijakan. Sachs percaya bahwa pemerintah atau pemimpin negara tidak sepenuhnya sebagai pemimpin, tapi sebagai pengikut. Karena, mereka akan membuat kebijakan berbasis kepentingan, dan kepentingan utama adalah opini publik yang terbentuk.

Dicontohkan oleh Sachs dalam kasus di Amerika Serikat, dimana salah satu partai menyangkal adanya fenomena pemanasan global. Padahal, penyangkalan tersebut hanyalah kamuflase beberapa pihak untuk menutupi keuntungan finansial yang besar yang didapat dari industri pertambangan dan perminyakan. Penyangkalan ini pun mendapatkan respon yang sangat besar dalam masyarakat, dimana masyarakat berpendapat bahwa penyangkalan tersebut hanyalah ide bodoh dan tak masuk akal. Bahkan lebih dari 70% warga Amerika Serikat sangat mendukung perlunya sumber energi baru dibandingkan hanya bergantung pada energi geotermal. Hal ini dikarenakan masyarakat sendiri dapat melihat bahwa pemanasan global merupakan ancaman yang serius bagi kehidupan yang akan datang. Dengan adanya perhatian masyarakat yang besar pada suatu isu, mau tak mau kebijakan ataupun arah politik akan bergerak untuk mengikuti keinginan masyarakat.

Untuk negara maju dengan populasi yang sedikit, kesadaran masyarakat akan pentingnya kelestarian lingkungan mungkin dapat dengan mudah dicapai dengan minat yang tinggi. Namun, yang menjadi tantangan bersama adalah bagaimana membangun tingkat kesadaran masyarakat di negara-negara berkembang untuk bekerja sama dalam mewujudkan keberhasilan SDGs.

Copenhagen, salah satu kota di Denmark (sumber gambar: http://thehungrypartier.com/k)

Kota – kota di Denmark, Norwegia, Swedia, dan negara Skandinavia lainnya menjadi tolak ukur pembangunan berkelanjutan serta role model pembangunan beberapa tahun terakhir. Pembangunan ramah lingkungan yang selaras dengan kesejahteraan masyarakat menjadikan negara-negara tersebut sebagai negara yang kondisinya mendekati keberhasilan seluruh target SDGs. 

Masyarakat di negara-negara Skandinavia memang dapat dikategorikan sebagai populasi yang kecil dan dalam luasan wilayah yang tidak terlalu besar sehingga muncul anggapan dengan populasi yang kecil akan jauh lebih mudahdalam mengontrol lingkungan dan masyarakatnya. Padahal, pelajaran terbesar yang dapat diambil dari keberhasilan negara-negara tersebut adalah masyarakatnya yang sangat menghargai pendidikan, menghargai lingkungan, dan bagaimana berusaha meminimalisasi kesenjangan sosial. Mereka percaya bahwa kehidupan yang baik akan terwujud apabila mereka ikut berperan dalam pembangunan dan menumbuhkan sense of belonging terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

Kampung Impian Anak sebagai bentuk peningkatan kesadaran masyarakat untuk pentingnya kehidupan di masa depan (sumber gambar: Dokumentasi Petarung)

SDGs bagi beberapa pihak mungkin dianggap sebagai kemustahilan dengan target-target yang sangat banyak, bahkan sanggup menargetkan No Poverty dan Zero Hunger. Pertanyaannya adalah, apakah sanggup dicapai dalam 15 tahun? Tidak, apabila masyarakat tidak memiliki perhatian yang besar dalam mencapai SDGs. Akan tetapi, tidak mustahil untuk mewujdukan SDGs apabilakesadaran masyarakat akan pentingnya kehidupan di masa mendatang sudah tumbuh. Hal tersebut dapat dilakukan dengan menumbuhkan rasa menghargai lingkungan, meningkatkan hubungan sosial dalam masyarakat, dan kepedulian untuk mengingatkan pemerintahan agar berjalan dengan tujuan pembangunan yang sama. Pencapaian SDGs bukan hanya diwujudkan melalui program-program pemerintah, namun dapat dimulai melalui proses di lingkup yang kecil. Yaitu dengan memberdayakan komunitas melalui peningkatan solidaritas dan kegiatan-kegiatan kecil untuk memperbaiki lingkungan. 

 

Kenya Giovanni

Penulis merupakan anggota Komunitas Pemuda Tata Ruang Divisi Matakota asal Jakarta

 

Pada tanggal 25 Juli-27 Juli 2016, UN Habitat bekerjasama dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat akan mengadakan Preparatory Committee (PrepCom) III yang akan diselenggarakan di Surabaya. Masyarakat yang ingin hadir dan menyampaikan aspirasinya terkait New Urban Agenda dapat menyalurkan aspirasinya dengan hadir dalam PrepCom III dengan cara mendaftar di https://www.habitat3.org/prepcom3

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net