Suasana Forum SKPD Sarpras DIY (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Jumat (23/3), Komunitas Pemuda Tata Ruang berkesempatan menghadiri Forum SKPD Sarana Prasarana Daerah Istimewa Yogyakarta. Forum yang diinisiasi oleh Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) ini merupakan forum pemaparan Rencana Kerja Pembangunan Daerah tahun 2017. Forum ini merupakan tahapan ke-3 dari 8 tahap Musrenbang DIY tahun 2017. Selain Petarung, BKPRD juga mengundang pegawai pemerintah dan komunitas seperti Bike 2 Work Jogja, Forum Komunitas Winongo Asri, Forsidas Gajah Wong, dan lain-lain. Pihak-pihak yang diundang sebagai narasumber Dinas PU-ESDM, Dinas Perhubungan, Badan Lingkungan Hidup, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, dan Biro Administrasi Pembangunan Daerah.

 

Tahapan Perencanaan Musrenbang DIY 2017  (Sumber: BKPRD DIY)

Acara dimulai pukul 08.30 oleh Kepala BKPRD, Bapak Gatot Saptadi. Bapak Gatot yang bertugas sebagai moderator dalam forum ini, membuka acara sekaligus menyampaikan terimakasih kepada pihak-pihak yang telah hadir. Setiap SKPD masing-masing diberikan kesempatan waktu 15 menit untuk menyampaikan rencana program-program dan indikator pada tahun 2017. Acara pun berlangsung dengan pemaparan dari Dinas PU-ESDM yang dipaparkan oleh Kepala Dinas PU-ESDM Bu Rani Sjamsinarsi. Dalam paparannya, Bu Rani menyampaian isu-isu yang sedang dibahas oleh Dinas PU-ESDM, yaitu isu penambangan liar, bandara internasional di Kulon Progo, Yogyakarta bagian selatan sebagai halaman depan Yogyakarta, Energi dan listrik, dan penyediaan rumah laik huni.

Untuk rencana di Tahun 2017, Dinas PU merencanakan empat sektor yang berbeda, yaitu sektor hubungan (JJLS, Jogja Outer Ring Road, dan Selokan Mataram), pertumbuhan ekonomi (wilayah strategis Joglosemar dan Yogyakarta-Prigi-Blitar), layanan dasar (Air SPAM, rasio elektrifikasi, tata kelola pertambangan, dan kualitas hidup), dan kualitas layanan publik (Ruang Terbuka Hijau, Angkutan Umum, TPA Piyungan, dan Kawasan Strategis Keistimewaan).

 

Pemaparan dari Dinas PU-ESDM DIY (Sumber: Dokumentasi Pribadi)

Pemaparan dari Bu Rani dilakukan selama kurang lebih 20 menit. Sesi berikutnya merupakan pemaparan dari Badan Lingkungan Hidup DIY, Bapak Joko Wuryantoro. Bapak Joko membawa 11 isu lingkungan hidup di DIY. Isu-isu tersebut meliputi alih fungsi lahan yang tidak terkendali, kerusakan lahan, kerusakan karst, kerusakan pantai, pelanggaran peraturan tentang lingkungan hidup, penurunan muka air tanah, penampungan limbah B3 belum memadai, kesadaran pengelolaan sampah yang kurang, degradasi keanekaragaman hayati, RTH kota yang belum memadai, dan IPAL & TPS yang belum memadai. BLH pun membuat rencana program yang diturunkan menjadi tiga program besar, yaitu pengembangan pengelolaan persampahan, pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan, program konservasi SDA, dan program peningkatan kualitas dan akses SDA dan lingkungan hidup.

Pemaparan ketiga berasal dari KaBid Pengaturan dan Pembinaan Tata Ruang, Dinas Pertanahan dan Tata Ruang DIY, Bapak Hananto. Bapak Hananto dalam pemaparannya memaparkan isu-isu di yang ada di DIY dan kaitannya dengan rencana BPN DIY di tahun 2017. BPN DIY sendiri sudah merumuskan isu-isu strategis saat ini yang mencakup isu validasi tanah Sultan Groud, Kadipaten Ground, dan tanah desa di Yogyakarta. Selain itu BPN juga menyoroti isu-isu legalitas tanah yang ada di Yogyakarta. Dalam paparannya, progress BPN dalam mewujudkan tata ruang yang sesuai dengan struktur dan pola ruang masih berkisar 69.83%, sedangkan untuk perwujudan prasarana utama masih berkisar 62.46%, dan penyediaan kawasan lindung yang masih berada di kisaran 62.28%. Pada 2017, BPN rencananya juga akan membuat program-program yang terkait dengan keistimewaan seperti pengembangan kawasan Suroloyo-Sendangsono, penataan kawasan Imogiri, penyusunan Detailed Engineering Design Merapi, dan lain-lain.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) menjadi narasumber keempat. Kepala Bappeda, Bapak Tavip Agus Rayanto menjadi narasumber dalam kesempatan kali ini. Bapak Tavip dalam paparannya, menyatakan bahwa BAPPEDA saat ini memiliki potensi-potensi untuk pengawasan dan evaluasi yang lebih partisipatif melalui aplikasi berbasis internet bernama Jogja Plan. Sebagai informasi Jogja Plan adalah aplikasi yang diluncurkan BAPPEDA DIY pada tahun 2014 lalu. Jogja Plan ini berfungsi sebagai sarana pengawasan dan evaluasi masyarakat terkait kinerja SKPD-SKPD di DIY. Di aplikasi ini, masyarakat selain dapat mengawasi namun juga bisa memberikan usulan-usulan terkait permasalahan yang ada di DIY. Dalam pemaparannya pula, Bapak Tavip menekankan pentingnya sinergitas pembangunan antar sektor dan wilayah di DIY. Selain itu Bapak Tavip juga menyinggung mengenai Pengawasan dan Evaluasi untuk menjamin keselarasan rencana dan program.

 

Laman Jogjaplan (sumber: http://jogjaplan.com)

SKPD ke-5 adalah Dinas Perhubungan (Dishub) DIY. Narasumber pada sesi ini adalah Kepala Dishub DIY, Bapak Sigit Haryanta. Bapak Sigit memberikan penjelasan mengenai isu-isu strategis DIY terkait transportasi. Dishub sendiri sudah mengategorikan isu strategis transportasi ke dalam tiga isu, yaitu isu tingginya jumlah pertumbuhan kendaraan pribadi, tumbuhnya pusat bisnis di DIY, dan kurangnya penyediaan infrastruktur jalan. Khusus untuk isu terakhir, Bapak Sigit mengatakan bahwa penambahan kapasitas jalan di DIY sulit dilaksanakan karena ketiadaan lahan. Untuk mengatasi permasalahan yang ditimbulkan dari isu-isu tersebut, Dishub rencananya akan membuat beberapa program strategis, yaitu peningkatan angkutan umum non buy the service (Angkutan Perdesaan dan angkutan perintis), peningkatan angkutan umum buy the service (Transjogja), pengembangan kawasan berbasis Transit Oriented Development, dan pengembangan jaringan transportasi berbasis rel.

Rencana Jalur Kereta Api Yogyakarta (sumber: Dinas Perhubungan DIY)

Penyaji terakhir adalah Biro Administrasi Pembangunan Daerah (AdPem). Narasumber dari Biro AdPem ini adalah Bapak Tri Mulyono yang saat ini menjabat sebagai kepala biro. Secara umum Biro Administrasi Pembangunan Daerah membahas mengenai hal-hal terkait administrasi instansi-instansi daerah yang berperan secara langsung dalam program pembangunan. Biro AdPem sendiri sudah membuat prioritas isu pembangunan dan kegiatan di tahun 2017 nanti yang terbagi menjadi tiga prioritas pembangunan, yaitu Bandara Baru Kulon Progo,  Pengembangan Kawasan Pantai Selatan, dan layanan dasar permukiman.

Pemaparan dari tiap-tiap SKPD pun selesai pada pukul 11.00 dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sesi tanya jawab sendiri terbagi menjadi dua sesi dengan tiap-tiap sesi dibagi untuk tiga penanya. Seluruh penanya merupakan perwakilan dari pihak masyarakat seperti Forsidas Gajah Wong, Bike 2 Work, dan lain-lain. Petarung pun diberikan kesempatan untuk bertanya dalam sesi ini. Petarung yang diwakili oleh Yudha dari Divisi Keilmuan bertanya tentang kasus parkir Malioboro dan polemik Kotabaru sebagai Cagar Budaya. Masing-masing SKPD pun menjawab, pertanyaan yang diajukan sesuai kapasitas dari tiap-tiap SKPD.

Kasus parkir Malioboro, jawab Bu Rani, saat ini akan dituntaskan secara bertahap. Jadi penataan parkir saat ini merupakan langkah dari pemerintah untuk menata ulang Malioboro, khususnya bagian timur, agar lebih nyaman dan indah untuk berjalan kaki. Untuk kasus Kotabaru sebagai cagar budaya,  saat ini pengelolaan Kotabaru sudah diambil alih oleh pemerintah provinsi, namun pihak pemerintah kota tetap berperan untuk konsultasi apabila ada perubahan fungsi.

Secara umum, Forum SKPD Sarana Prasarana ini berjalan lancar. Nantinya hasil dari Forum SKPD ini akan dibawa dalam Forum Kabupaten dan Kota. Adapun step akhir dari kegiatan perencanaan yang sudah dimulai sejak pertengahan Januari ini adalah penetapan RKPD. Tentunya masyarakat Yogyakarta akan banyak berharap dari Musrenbang ini agar pembangunan di Yogyakarta memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. Kita tunggu saja.

 

Boedoet & Mardha Yudha T

Penulis merupakan anggota Komunitas Pemuda Tata Ruang

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net