Ilustrasi Kampung Improvement Program - Sumber: akdn.org

Oleh : Raisa Savitri

Makin bertambahnya jumlah penduduk dan urbanisasi merupakan beberapa alasan yang membuat makin tingginya jumlah permukiman di perkotaan. Di suatu sisi, fenomena ini dianggap lumrah mengingat makin bertambahnya jumlah penduduk tentu akan ikut menambah jumlah permintaan akan rumah. Akan tetapi di sisi yang lain, pertambahan jumlah rumah yang tak terbendung tersebut membawa dampak buruk pada citra kota. Terutama apabila permintaan rumah yang tak terbendung itu malah memunculkan rumah-rumah yang tumbuh secara spontan, berkepadatan tinggi, melanggar rencana tata ruang kota serta memiliki kualitas perumahan di bawah standar minimal lingkungan (tidak memiliki sumber air minum yang berkualitas, tidak memiliki sanitasi dan drainase dan tidak memiliki jalur evakuasi darurat) yang lebih dikenal sebagai permukiman kumuh/slum.

 

Masyarakat yang tinggal di permukiman kumuh tentunya memiliki hak yang sama dengan warga kota yang lain untuk mengakses kebutuhan dasar mereka seperti air dan sanitasi. Oleh karena itu, perlu adanya suatu program yang dapat membuat penduduk yang tinggal di permukiman kumuh mendapatkan akes yang lebih baik atas kebutuhan dasar mereka. Salah satu program yang dijalankan pemerintah adalah program peningkatan permukiman kumuh (slum upgrading). Program peningkatan permukiman kumuh ini berusaha untuk meningkatkan kualitas hidup di permukiman kumuh dengan melakukn perbaikan pelayanan fisik, sosial dan kelembagaan. Program peningkatan permukiman kumuh tidak hanya melakukan perbaikan fisik seperti memasukkan jasa layanan air bersih pada kawasan permukiman ataupun pembuatan gorong-gorong dan perbaikan jalan akan tetapi juga mencakup pergerakan kegiatan ekonomi, menghidupkan kembali kegiatan PKK, perbaikan kesehatan warga, membangun komunitas pemuda dan kerohaniaan serta peningkatan status kepemilikan tanah. Hal ini dimaksudkan untuk menjadikan masyarakat di kawasan permukiman kumuh merasa menjadi bagian dari kota dan ikut serta dalam upaya perbaikan kualitas lingkungannya.

Salah satu contoh program peningkatan permukiman kumuh yang terjadi di Indonesia adalah program Kampung Improvement Program (KIP) di Kampung Terban, di bantaran Sungai Code. Program ini sendiri merupakan program pemerintah dengan dana bantuan dari Bank Dunia. Upaya perbaikan yang dilakukan di kawasan ini meliputi perbaikan kondisi drainase air hujan, sanitasi keluarga dan system limbar terpadu. Selain itu ada pula program sosial seperti Pembinaan Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat (PUKSM), Proyek Peninkatan Keterampilan Tenaga Kerja (PPKT). Hal ini menghasilkan banyak perbaikan yang dapat dilihat langsung pada penambahan tingkat kebersihan kawasan, mulai pedulinya masyarakat pada lingkungan tempat tinggal mereka terutama Sungai Code, dan bertambahnya rasa tanggung jawab masyarakat sebagai warga kota Yogyakarta itu sendiri.

*Penulis adalah pengurus Pemuda Tata Ruang (PETARUNG) dan mahasiswi Magister Perencanaan Kota dan Daerah (MPKD) UGM, fastrack 2.

Add comment


Security code
Refresh

The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net