Profil Pemuda Tata Ruang

Pemuda Tata Ruang (PETARUNG) merupakan komunitas pemuda yang mencurahkan perhatiannya terhadap perkembangan wilayah dan kota di Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya. Komunitas ini diinisiasi oleh 15 mahasiswa Magister Perencanaan Kota dan Daerah Universitas Gadjah Mada (MPKD-UGM). Secara resmi, PETARUNG didirikan pada tanggal 20 Desember 2012 dengan ikhtiar membangun kesadaran masyarakat akan pentingnya penataan ruang. Saat ini, PETARUNG hadir di wilayah Yogyakarta sebagai langkah awal untuk membangun kepedulian tata ruang yang lebih luas.

Pada awal pembentukan, PETARUNG lahir dari berbagai diskusi mengenai dinamika keruangan yang menunjukkan masih banyaknya permasalahan pembangunan di Indonesia yang belum selesai. Permasalah-permasalah tersebut antara lain ialah perubahan iklim, kemacetan, banjir, kemiskinan, krisis lingkungan, permukiman kumuh, dan lain sebagainya. Berbagai permasalahan ini perlu mendapat perhatian yang tidak hanya dari kalangan pemerintah saja, tetapi juga bagi seluruh masyarakat yang ada di dalamnya.

Di sisi yang lain, munculnya kesadaran untuk menyelenggarakan penataan ruang di Indonesia sebenarnya menjadi suatu instrumen untuk menyelesaikan permasalahan pembangunan yang begitu kompleks. Berdasarkan UU No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang, disebutkan bahwa tujuan penyelenggaraan penataan ruang ialah untuk mewujudkan ruang wilayah nasional yang aman, nyaman, produktif, dan berkelanjutan, berlandaskan Wawasan Nusantara dan Ketahanan Nasional. Atas dasar itulah, hadirnya PETARUNG menjadi suatu jembatan yang mengajak masyarakat untuk peduli terhadap perkembangan wilayah dan kota melalui kesadaran penataan ruang.

Adapun visi utama PETARUNG ialah “Memasyarakatkan Tata Ruang, dan Menata Ruang untuk Masyarakat”. Sebagai tindakan yang lebih konkrit, hal ini dijabarkan melalui beberapa strategi, diantaranya ialah sebagai berikut:

  1. Melakukan riset dan diskusi yang berkaitan dengan penataan ruang.
  2. Menyebarkan isu dan menjaring opini masyarakat mengenai penataan ruang melalui jaringan media.
  3. Melakukan sosialisasi isu-isu penataan ruang kepada masyarakat.
  4. Membangun kepedulian ruang melalui program pemberdayaan masyarakat.
  5. Menjalin kemitraan dengan berbagai pihak untuk mewujudkan kesadaran masyarakat tentang peran penting penataan ruang.
The Best betting exchange http://f.artbetting.net/
Full reviw on bet365 b.artbetting.net by artbetting.net
www.bigtheme.net